Gangguan penglihatan dibedakan menjadi 2 :
1. Tunanetra : seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indera penglihatan.
2. Low vision : seseorang yang mengalami kekurangan dalam fungsi penglihatannya.
Faktor Penyebab :
-Faktor Prenatal : faktor keturunan
Contoh kasus : di sumatra barat ada sepasang suami istri yang mempunyai anak tunanetra mungkin gen tunanetra dari orang tuanya mewariskan pada anaknya.
-Faktor Postnatal : faktor kerusakan mata, penyakit, atau pada saat proses persalinan.
Karakteristik Anak Tunanetra :
-fisik : mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, gerakan mata tak beraturan dan cepat, mata selalu berair dan sebagainya.
-perilaku : suka menyipitkan mata, mata gatal, pusing, panas, kabur atau penglihatan ganda.
-psikis : intelektualnya lebih rendah dibandingkan anak normal sebaya, suka curiga pada orang lain, mudah tersinggung, ketergantungan yang berlebihan dll.
Alat Pendidikan :
-alat pendidikan khusus : reglet dan pena, mesin tik braille, printer braille, abacus.
-alat bantu : Alat perabaan ( buku, batu, lantai, dll ) alat bantu pendengaran ( kaset, CD, talkingbooks)
-alat peraga : patung hewan, patung tubuh manusia, peta timbul.
-alat peraga : patung hewan, patung tubuh manusia, peta timbul.