Selasa, 27 September 2011

Mengenal Anak Tunalaras


Anak tuna laras sering disebut juga dengan anak tuna sosial karena tingkah laku anak tuna laras menunjukkan penentangan yang terus-menerus terhadap norma-norma masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu dan menyakiti orang lain. 
Selain itu, anak tuna laras merupakan anak yang mengalami hambatan/ kesulitan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial, bertingkah laku menyimpang dari norma-norma yang berlaku dan dalam kehidupan sehari-hari sering disebut anak nakal sehingga dapat meresahkan/ mengganggu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Faktor penyebab tuna laras dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
- faktor internal seperti keturunan, kondisi fisik dan psikis. 
- faktor eksternal berupa lingkungan, baik keluarga, sekolah ataupun masyarakat.
 

Anak tuna laras dibagi menjadi 4 kategori yang masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda yaitu :
1. Anak yang agresif bersosialisasi
2. Anak yang kurang dewasa
3. Anak yang mengalami kecemasan dan menyendiri
4. Anak yang mengalami gangguan perilaku
 

Anak tuna laras sebagaimana anak luar biasa lainnya berhak memperoleh pendidikan agar dapat berkembang optimal dan mampu mencapai kehidupan yang layak. 

Tujuan diselenggarakannya layanan pendidikan bagi anak tuna laras adalah untuk membantu anak didik penyandang perilaku sosial dan emosi, agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam menggalakkan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan selanjutnya. 

Sumber :  
Bandi Delphie. 2008. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta : Universitas Terbuka

Edi Purwanto. 2005. Modifikasi Perilaku. Jakarta : DitjenDikti. Depdiknas.

Hera Lestari M. dkk. 2007. Pendidikan Anak di SD. Jakarta : Universitas Terbuka

IG. A. K. Wardani, dkk. 2007. Pengantar Pendidikan Luar Biasa. Jakarta : Universitas Terbuka

M. Efendi. 2006. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Siti Maichati. 1983. Kesehatan mental. Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=74 (diakses 01 maret 2010, pukul 21.00)

http://vharsa.wordpress.com/2009/10/20/pembelajaran-tuna-laras/ (diakses 3 maret 2010,pukul 20.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar